Rindu suasana lebaran di kampung halaman.. , 6 kali Lebaran sudah tidak merasakan Lebaran di kampung halaman, untuk itu tahun 2009 ini niat mengajak keluarga ber-Lebaran di kampung halaman. Walaupun terbilang sering pulang kampung, namun untuk saat-saat Lebaran sudah begitu lama tidak saya rasakan suasana Idul Fitri bersama orang tua dan saudara-saudara.
Teringat pada orang tua yang tinggal seorang yang telah melahirkan, membesarkan, mendidik dan berjuang untuk keluarga. Keputusan untuk pulang kampung sebelum Lebaran tiba telah ditetapkan, niat itu pun sudah diceriterakan pada keluarga ( isteri dan anak-anak ). Setelah mengetahui rencana tersebut, sikecil sangat senang sekali bahkan meminta segera berangkat, maklum sekolah sudah mulai libur. Perjalanan mudik yang harus tempuh memakan waktu kurang lebih 7 jam , dengan menggunakan kendaraan sendiri. Puasa terakhir tidak terasa berat, dilalui dengan selamat. Walaupun harus berbuka puasa di perjalanan, namun terasa begitu nikmat. Jarum jam menunjukan pukul 20.00 lebih ketika sampai dipelabuhan penyeberangan Ujung Surabaya, suasana pelabuhan penyeberangan saat itu terasa lengang tidak seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya, tidak perlu harus antri berlama-lama untuk naik ke Kapal Ferry. Memang sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, kapal Ferry menjadi sepi penumpang. Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan ditanah lapang terasa kidmat, hati terasa tenteram. Usai sudah bulan Ramadhan tahun 1430H. Usai sungkem pada ibu ( yang ti ), bersama keluarga melakukan ziarah kemakam ayah (akung), 4 tahun sudah beliau meninggalkan kami semua. Terimakasih ayah atas segala-galanya, do'a kami selalu menyertaimu.
Teringat pada orang tua yang tinggal seorang yang telah melahirkan, membesarkan, mendidik dan berjuang untuk keluarga. Keputusan untuk pulang kampung sebelum Lebaran tiba telah ditetapkan, niat itu pun sudah diceriterakan pada keluarga ( isteri dan anak-anak ). Setelah mengetahui rencana tersebut, sikecil sangat senang sekali bahkan meminta segera berangkat, maklum sekolah sudah mulai libur. Perjalanan mudik yang harus tempuh memakan waktu kurang lebih 7 jam , dengan menggunakan kendaraan sendiri. Puasa terakhir tidak terasa berat, dilalui dengan selamat. Walaupun harus berbuka puasa di perjalanan, namun terasa begitu nikmat. Jarum jam menunjukan pukul 20.00 lebih ketika sampai dipelabuhan penyeberangan Ujung Surabaya, suasana pelabuhan penyeberangan saat itu terasa lengang tidak seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya, tidak perlu harus antri berlama-lama untuk naik ke Kapal Ferry. Memang sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, kapal Ferry menjadi sepi penumpang. Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan ditanah lapang terasa kidmat, hati terasa tenteram. Usai sudah bulan Ramadhan tahun 1430H. Usai sungkem pada ibu ( yang ti ), bersama keluarga melakukan ziarah kemakam ayah (akung), 4 tahun sudah beliau meninggalkan kami semua. Terimakasih ayah atas segala-galanya, do'a kami selalu menyertaimu.
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.